Language : ENG INA

Asal-Usul Nama Malioboro, Benarkah dari Malborough atau Malyabhara?

29/04/2020 259

Malioboro. Katanya, belum ke Yogyakarta jika belum mampir ke Malioboro. Malioboro, kawasan ikonik dan andalan wisata Yogyakarta. Terletak di jantung Kota Yogyakarta, di Malioboro pengunjung bisa berbelanja cendera mata dan makanan khas Jogja sambil menikmati alunan musik angklung jalanan. Namun, tahukah Anda dari mana asal-usul nama Malioboro?

Marlborough

Banyak orang menganggap bahwa nama Malioboro berkaitan dengan nama seorang tokoh militer Inggris, Marlboroug. Karena pengucapan kata "Marlborough" dianggap terlalu sulit, maka orang mengucapkannya dengan Malioboro. Hal itu didasarkan pada sebuah catatan sejarah yang mengatakan bahwa Kraton Yogyakarta di zaman Sultan Hamengku Buwono II pernah dirampok oleh pasukan Inggris. Peristiwa perampokan itu dikenal sebagai Geger Sepehi pada tahun 1812. Akan tetapi, benarkah ada perwira Inggris bernama Malborough yang pernah datang ke Yogyakarta? Raffles, dalam bukunya The History of Java (1817), tidak satu halaman pun menyebut nama Marlborough. Meski demikian, nama itu memang pernah ada di Inggris, tetapi ia telah meninggal pada tahun 1722, sebelum peristiwa Geger Sepehi. Terkait dengan asal-usul yang pertama ini, banyak sejarawan yang mempertanyakan keabsahannya, tentu saja dengan berbagai bukti pembanding.

Malyabhara

Selanjutnya, nama Malioboro disebut berasal dari kata Malyabhara. Dalam bahasa Sansekerta, Malya berarti karangan bunga dan bhara berarti menyajikan. Kata Malyabhara ditemukan dalam buku Ramayana asli. Muncul juga dalam Ramayana versi Jawa dari abad ke-9 dan ke-10, yaitu dalam buku Adiparwa dan Wirathaparwa. Tak hanya itu, nama tersebut juga dijumpai dalam buku Parthawijaya dari abad ke-14 dan dimunculkan kembali dalam Dharmasunya yang ditulis di Kartasura pada tahun 1714. Beberapa sejarawan meyakini, kata "Malyabhara" menginspirasi Sultan Hamengku Buwono I, yang dikenal sebagai seorang perancang kota, untuk menamakan kotanya. Klaim tersebut dikuatkan dengan adanya gagasan Malyabhara sebelum perjanjian Giyanti pada 1755. Disebutkan bahwa telah berfungsinya malyabhara pada margaraja di Yogyakarta abad ke-19 dan 20 dalam upacara penyambutan kedatangan tamu-tamu pembesar Belanda dari Batavia. Di sepanjang Maliabara dipasang lengkung-lengkung papah kelapa berjanur kuning dan karangan bunga warna warni, sama seperti arti Malyabhara dalam bahasa Sansekerta. Pendapat kedua ini merupakan pendapat yang terkuat dan diyakini oleh banyak sejarawan. 

Sumber : Kompas.com
 




Copyright 2020 Izzi Rent Car. All rights reserved. Website by JMW.
Today Visitors: 18 Total Visitors: 10462 Online Visitors: 1